Sua I: menyuruh, memerintahkan; mangkamo musua?: apakah kamu sudah menyuruh (dia)?
To disua: orang yang disuruh, hamba, orang dibawah kuasa;
Suai: menyuruh kepada…; suai namale lako pasa: suruh dia pergi ke pasar;
Pesuan: (1) menyuruh membuat atau melakukan sesuatu, menyuruh memanggil atau menyampaikan sesuatu dengan lisan;
(2) suruhan; minda umpesuana’? siapa yang menyuruh memanggil saya? Sae pesuanna ambe’mu untambaiko: dating suruhan dari bapakmu memanggil kamu;
Pa’pesuan: menyuruh atau memerintahkan melakukan; mindanna pa’pesuanni to? : siapa yang menyuruh melakukan itu?
Sua II: terlalu longgar karena tempat memasangnya terlalu lebar (ttg sesuatu yang seharusnya benar-benar pas); sua-sua bangmo: sudah terlalu longgar sekali.
Sua III: (dalam kata masua-sua) = malapa-lapa = mabeteng-beteng = masenge-senge: nakal, bengal;
Sapek: (1) bd Sa’pek: (a) membuka (membelah, menguakkan) dengan menarik lebar-lebar. (b) dipetik bersama-sama dengan tangkai batangnya (mis: buah jambu diambil bersama tangkainya).
Disapek sadangna: dibuka lebar-lebar mulutnya; baju sapekan: baju perempuan yang dibela pada dadanya.
(2) kk: da’ muinde tu umpopenganga len sapekmu: jangan engkau disitu mengangakan mulutmu, art: jangan engkau mengis disitu.
Sa’pek bd Sapek: (a) mencopot, mematahkan lalu mengambil (ttg carang/cabang kayu, pohon, tanaman). (b) copot, patah lalu jatuh dengan sendirinya (ttg cabang pohon, tanaman, dsb).
La sa’pek tongan pelempengku umpassanni te kayu te.
Pupu’: menyesakkan, mendesak, mengimpit; napupu’ indanna: didesak utangnya, art: ditagih terus oleh oleh orang yang meminjamkan uang atau sesuatu; napupu’ ara’na: didesakkan oleh dadanya, art: didesak oleh kesedihan hatinya (ttg org yang menangis atau meratap).
Pu’pu’: bd pompong: berkurang-kurang, makin menyusut, berkurang-kurang hingga jadi kecil atau habis, aus; bulan pu’pu’: bulan susut (mulai dari bulan purnama hingga mati/lenyap); sangngadi pu’pu’ limanna uanggaragai: hanya tangannya jadi lelah membuatnya (ttg sesuatu yang tak dipergunakan, lekas rusak, dsb).
Pompong = poppong: (1) habis, punah (ttg harta, keturunan, dsb), (2) habis menjadi cair (ttg benda yg membatu), (3) menjadi tumpul (ttg benda yagn tajam atau runcing).
Pusa: sesat, tersesat; pusa tonna male lako pasa’: tersesat waktu (dia) pergi ke pasar.
Papusa: menyesatkan; napapusana’: dia menyesatkan saya.
Pusa’: (1) lemas, tidak bisa bernafas (mis: dalam satu ruangan yang tidak ada pentilasi); pengap, sesak. (2) hilang akal, bingung; pusa’ penaanna: hatinya kalut tidak dapat berfikir lagi.
Mepusa’i: membingungkan kita, menyebabkan hati kita bingung.
Kaboro’ I: (1) yang tercinta, yang disayangi, kesayangan; (2) terlalu sayang akan dirinya sehingga tidak mau bekerja; anak kaboro’: anak kesayangan; to kaboro’: orang yang terlalu sayang akan dirinya sehingga tidak mau bekerja dan tidak suka ditegur dengan perkataan keras; kada kaboro’: perkataan yang lemah lembut, perkataan yang manis kedengarannya;
Pakaboro’: menyayangi, menaruh kasih pada; kupakaboro’ko: saya menyayangi kamu atau saya menaruh kasih pada kamu.
Pa’kaboro’: kekasih, kesayangan, yang tercinta; pa’kaboroku lako kalemu: kasih sayang saya kepada dirimu.
Ma’pakaboro’: menaruh kasih pada, memelihara dengan penuh kasih sayang;
Mepakaboro’: mengasihi (kita); tae’ namepakaboro’ te tau iate: orang ini tidak mengasihi kita.
Pa’pakaboro’: (1) hal mengasihi; susimoto tu pa’pakaboro’mu?: beginikah kasih sayang kamu? (2) yang dikasihi; pa’pakaboro’ku lako kalemu: kasih sayang saya kepada kamu.
Sipakaboro’: berkasih-kasihan, saling mengasihi, saling menyayangi; sipakaboro’komi ke diokomi tondokna tau; saling mengasihilah kamu waktu kamu dikampung orang.
Popengkaboro’: (ttg perkataan): katakan dengan sehalus-halusnya, katakan dengan kerendahan; popengkaboro’ tu kadammu: sopanlah berbicara.