FEATURED VIDEO

Pages

Tampilkan postingan dengan label Abjad Toraja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abjad Toraja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

Pelajaran 1


Bahasa Toraja memiliki abjad sejumlah 21 bunyi bahasa (fonem).  Bunyi vokal (huruf hidup) sejumlah  5 buah yaitu: a, i, u, e, o.  Bunyi konsonan (huruf mati) ada  17 buah yaitu: b, d, g, h, j, k, l, m, n, ng, ‘, p, r, s, t, w, y.

Untuk bunyi kosonan h hanya muncul pada kata atau sikap heran, kaget, kagum. Misal: haa.., ha’a, ha..ha..ha.., hae.

Beberapa fonem (bunyi) dalam bahasa Indonesia tidak terdapat dalam bahasa Toraja yaitu: f, c, v, x, z.  Namun beberapa huruf masih terpakai untuk menuliskan kata serapan (lihat contoh dibawah).

Huruf Serapan

Dalam bahasa Toraja tidak semua huruf dalam bahasa Latin ada dalam bahasa Toraja.  Ada enam huruf yang tidak ada dalam bahasa Toraja.  Namun ada beberapa huruf yang terpakai untuk penulisan unsur-unsur serapan dari bahasa lain misalnya nama orang, nama tempat, nama jabatan dan lain-lain.

Contoh:
                              Zet                              
                              Cama’

Pada bagian lain dalam penulisan unsur serapan dari luar di sesuaikan dengan pola suku kata dalam bahasa Toraja.

Misalnya: 
Huruf “c” hanya terpakai pada awal kata, ketika berada ditengah akan berubah menjadi huruf “s”.

Contoh:
Camat berubah menjadi cama’ (karena huruf  t  tidak pernah terdapat pada akhir kata dalam bahasa Toraja)
Baca berubah menjadi basa  (karena tidak terdapat bunyi c dalam bahasa Toraja)

Contoh lain penulisan kata serapan:
                  motor               menjadi                       motoro’
                  mesin               menjadi                       masina
                  surat                menjadi                       sura’