Dalam beberapa tulisan bahasa Toraja ditemukan banyak kasus dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam penulisan imbuhan seperti kata ganti orang.
Dalam kamus bahasa Toraja karangan J. Tammu dan Dr. H. van der Veen, di jelaskan tentang perubahan dan penulisan kata ganti orang (diri). Berikut dijelaskan dengan beberapa penambahan contoh kalimat.
1.1 Kata Ganti Orang
Dalam bahasa Toraja kata ganti orang (diri) adalah:
aku saya (orang pertama tunggal)
kamu kamu (orang kedua tunggal)
ia dia (orang ketiga tunggal)
kami kami (orang pertama jamak)
kita kita (orang kedua jamak)
Aku = saya (orang pertama tunggal)
Aku adalah satu kata.
Misalnya:
aku ungkandei saya yang makan
aku nasanga saya yang dimaksud
aku untiroi saya yang melihat
Kata ganti aku adalah ku. Jika kata aku berubah menjadi ku, maka ku tidak lagi berdiri sendiri sebagai satu kata tetapi berubah menjadi awalan (prefiks) pada kata itu.
Misalnya:
kuala saya ambil
kurampanan saya lepaskan
kukampai saya tunggu
Begitu juga bila terdapat dibelakang kata berubah menjadi akhiran.
Misalnya:
manukku ayam saya
tedongku kebau saya
serre’ku kucing saya
Pada beberapa kasus lain, sufiks –ku bila mengikuti nomina yang kata dasarnya berakhir dengan vocal /i, u, a/ selalu di dahului oleh huruf ng atau terjadi proses nasalisasi (diambil dari bukunya J.S Sande).
Contoh:
adi + ku adingku
ulu + ku ulungku
pa’jama+ku pa’jamangku
Untuk menunjukkan pembicara sendiri yang dimaksud maka aku berubah menjadi na’ tetapi hanya terdapat dibelakang suatu kata sebagai akhiran.
Contoh:
bo’yo’na’ saya capek
masakina’ saya sakit
masorrona’ saya malas
Apabila hal itu sedang terjadi atas diri yang sedang berbicara maka na dinyatakan dengan hamzah yang ditambahkan dibelakang akhiran -mo.
Contoh:
bo’yo’mo’ saya sudah capek
matira’mo’ saya sudah cepat
masorromo’ saya sudah malas
Demikian pula dalam kalimat pertanyaan ada yang menambahkan hamzah dibelakang akhiran -ra. Ada pula yang tetap memakai na.
Contoh:
bo’yo’ra’ka apakah saya capek?
atau bo’yo’na’raka apakah saya caepk?
masorrora’ka apakah saya malas?
atau masorrona’raka, apakah saya malas?
saera’ka apakah saya datang?
atau saena’raka apakah saya datang?
Kamu = kamu (orang kedua tunggal)
Kamu adalah satu kata.
Contoh:
kamu unggaragai kamu yang membuat
kamu tu nasanga kamu yang dia maksud
kamu la male kamu yang akan pergi
Kata ganti kamu adalah mu atau mi. Jika kata kamu berubah menjadi mu atau mi maka tidak lagi berdiri sendiri sebagai kata tetapi berubah menjadi awalan.
Contoh:
mutiro/mitiro kamu lihat
mualli/mialli kamu beli
muala/miala kamu ambil
Begitu juga bila terdapat dibelakang kata sebagai akhiran.
Contoh:
barra’mu/barra’mi beras kamu
pela’mi kamu hati-hati (berjalan)
apammu/apammi milik kamu
Untuk menunjukkan kata jamak maka kamu berubah menjadi komu.
Contoh:
malekomu mai kamu datang kesini
Pada kata pertanyaan:
Contoh:
malekomiraka apakah kalian pergi?
atau malerakomika apakah kalian pergi?
atau malerokomika apakah kalian pergi?
saekomiraka apakah kalian datang?
atau saerakomika apakah kalian datang?
atau saerokomika apakah kalian datang?
Catatan: kata ganti mi dianggap lebih hormat dalam penggunaannya.
Bersambung....